Wamendes: Pembangunan Infrastruktur Desa Di Indonesia Timur Sangat Diperlukan

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi dalam webinar nasional bertajuk “Peningkatan Infrastruktur Desa Kawasan Indonesia Timur” pada Rabu (17/3) dari kantor Kemendes PDTT.

Peranan dana desa dalam perkembangan pembangunan infrastruktur di desa telah mengalami peningkatan dan sudah relatif sama dengan infrastruktur di perkotaan.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dalam webinar nasional bertajuk “Peningkatan Infrastruktur Desa Kawasan Indonesia Timur” pada Rabu (17/3) dari kantor Kemendes PDTT. Menurutnya, peran dana desa dalam pembangunan infrastruktur telah tercapai dengan peningkatan pada sektor pembangunan jalan dan jembatan yang mencapai 69 persen anggarannya berasal dari dana desa. Apalagi, peningkatan pembangunan infrastruktur konekstivitas desa sebesar 36,15 persen dari dana desa yang manfaatnya terjadi penurunan biaya biaya investasi ke desa sampai 0,75 persen.

“Dalam perkembangan infrastruktur desa telah terjadi peningkatan ketersediaan infrastruktur di desa, peningkatan lebih cepat pada jalan aspal dari 61 persen menjadi 72 persen, tren meningkat juga terjadi pada elektrifikasi dari 90 persen ke 97 persen sehingga menunjukkan bahwa saat ini tinggal 3,16 persen KK yang masih belum teraliri listrik. Begitu juga telah terjadi peningkatan pada poskesdes dari 35 persen ke 44 persen. Sehingga, setelah dibangun infrastruktur permukiman, warga dari semua tingkatan menilai kualitas infrastrutur desa sudah relatif sama dengan kota.” kata Budi Arie.

Lebih lanjut, Wamen Budi Arie menyampaikan, proporsi penggunaan dana desa untuk infrastruktur hingga tahun 2019 ini sesuai dengan kebutuhan warga sebagai hasil dari musyawarah desa.

“Namun, pada tahun 2020 proporsi penggunaan dana desa untuk infrastruktur menurun drastis karena digunakan untuk penanganan pandemi covid 19,” katanya.

Mengenai infrastruktur untuk desa-desa di Kawasan Timur Indonesia, Wamen Budi Arie menyampaikan pembangunan infrastruktur desa harus diarahkan untuk menunjang konektivitas area usaha tani dengan jalan, pelabuhan, pasar yang lebih luas. Selain itu, tol laut harus diarahkan untuk menjangkau dermaga-dermaga kecil di sekitar desa. dan pembangunan areal kawasan untuk menyinergikan infrastruktur antar desa.

“Impact yang diharapkan, infrastruktur konektivitas tingkat desa akan menurunkan biaya produksi. Sehingga meningkatkan pendapatan tidak langsung bagi warga desa,” katanya.

Diakuinya, pembangunan infrastruktur di desa tetap sangat diperlukan. Meskipun hingga saat ini sudah terlihat pencapaian dan kemajuan dari penggunanaan dana desa dengan infrastruktur desa yang jauh lebih maju. Seperti tidak ada lagi atau makin sedikitnya desa-desa terisolir yang tidak terjangkau.

“Kita harapkan, semoga pembangunan infrastruktur desa dapat diarahkan untuk pembangunan infrastruktur digital. Sehingga desa-desa ini bisa terus lebih maju, lebih berkembang dengan instrumen digitalisasi. Sehingga desa-desa jangan jadi penonton Tapi, juga menjadi bagian penting dari ekosistem digital di masa-masa yang akan datang,” katanya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain