Ketum Projo: Kapolri Lebih Keras Lagi Menindak Teroris

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi Menjadi pembicara kunci dalam webinar yang digelar GMKI secara virtual, Rabu (17/3/2021).
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi

Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi mengecam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Menurutnya, upaya jahat para teroris tidak berhasil memecah belah bangsa Indonesia.

“Tapi upaya jahat mereka itu tidak berhasil. Persaudaraan antar iman di Indonesia telah teruji dari masa ke masa,” kata  Budi Arie Setiadi melalui keterangan tertulis, Senin (29/03/2021).

Budi Arie meminta Polri bergerak cepat dan masif untuk menangkap dan memidanakan teroris yang masih bercokol, baik di Makassar maupun di pojok-pojok negeri ini.

Budi Arie melihat terorisme adalah bahaya laten yang harus ditumpas. Memori kolektif publik mencatat bagaimana kekejaman mereka setidaknya dalam 20 tahun belakangan ini.

“Ini tantangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar lebih keras lagi menindak teroris,” ujar Budi Arie.

Budi Arie mengatakan saat ini seluruh rakyat Indonesia bersama pemerintah sedang bahu-membahu menyelesaikan pandemi Covid-19 berikut permasalahan ikutannya.

Tekanan ekonomi akibat pandemi secara global, termasuk Indonesia, mengharuskan kesabaran dan kerja keras bersama.

Menurut Budi Arie, rakyat Indonesia tidak akan mentoleransi terorisme atas nama apapun.

“Bukan terorisme yang kita butuhkan. Bukan tindakan adu domba antarumat beragama yang diperlukan. Tapi kebersamaan dan kerukunan seluruh warga bangsa tanpa kecuali yang akan menyelamatkan kita dan pandemi dan permasalahan kompleks lainnya,” ujar Budi Arie.

Budi Arie mengatakan DPP Projo mengajak seluruh umat beragama tidak terprovokasi dengan cara-cara murahan seperti bom bunuh diri di Makassar.

Serangan tersebut justru akan menguatkan kebersamaan, bahkan menjadikan kasus Makassar sebagai contoh buruk dan keji yang tidak perlu dimaklumi.

“Saya perintahkan seluruh kader PROJO agar aktif menjaga lingkungan masing-masing dari gerakan terorisme. Tangkap dan laporkan kepada Polri setiap gerak-gerik mencurigakan kelompok teroris,” pungkas Budi Arie. 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain