Wamendes: Warga Lokal Harus Aktif Majukan Desa Wisata

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Ari Setiadi, saat berkunjung ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Senin (5/4). Ingatkan Warga Lokal Untuk Aktif
Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, saat berkunjung ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Senin (5/4).

Kunci pengembangan Desa Wisata terletak pada peran aktif warga lokal. Sehingga potensi daerah dan kearifan lokal dari desa dapat dikembangkan. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, saat berkunjung ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Senin (5/4).

Disampaikannya, target dalam pembangunan desa yakni pertama Desa Digital dan yang kedua adalah Desa Wisata. Seperti diketahui sudah ditetapkan ada lima kawasan wisata Superprioritas Nasional dan salah satunya berada di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Wamendes mengajak warga desa untuk ikut aktif dalam pembangunan desa wisata di daerahnya dan jangan hanya jadi penonton. Desa wisata tidak bisa dibangun hanya berdasarkan fisiknya saja tetapi dengan budaya dan masyarakatnya harus benar benar siap.

Oleh karena itu diharapkan masyarakat di Desa Sitio-tio ini harus benar benar siap. Kemudian kearifan lokal juga sangat penting dan harus dipertahankan karena setiap daerah pasti berbeda dan beragam. Keberagaman dan Kebhinekaan merupakan kekuatan yang membangun Indonesia.

Ditambahkannya, ada tiga syarat sehingga desa tersebut dikatakan maju. Pertama masih banyaknya anak muda di desa, yakni minimal 20-30%. Kedua SDM harus kreatif dan inovatif dimana sebagai kunci pembangunan terletak pada manusianya dan ketiga adalah partisipasi warga masyarakat.

“Desa yang dibangun oleh partisipasi dan gotong royong masyarakatnya pasti maju dan ujung tombaknya adalah anak anak muda. Masa depan Indonesia itu ada di desa,” kata Budi Arie.

Ketua Yayasan Aek Sitio-tio Nauli, Brigjen Karev Marpaung menjelaskan, bahwa Yayasan Aek Sitio-tio Nauli adalah nama yayasan yang dibuat untuk memotori desa wisata Aek Sitio-tio yang juga memiliki makna objek wisata karena Kasih Tuhan (Asina).

“Dewi Asina merupakan perpaduan Desa Wisata Aek SItio-tio Nauli. Ide ini berasal dari Yayasan Aek Sitio-tio Nauli dan seluruh anak rantau dengan konsep membangun desa wisata. Kami tidak memberikan apa apa, apalagi uang. Yang kami harapkan agar masyarakat sadar dan mengerti untuk membangun ekonomi yang baik melalui desa wisata,” ungkap Karev.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Toba Poltak Sitorus mengapresiasi, lahirnya Yayasan Aek Sitio-tio Nauli. Selain objek yang menarik sebagai daya tarik wisata, juga dibutuhkan amenitas yaitu penginapan yang dapat berupa homestay sehingga wisatawan dapat lebih mengenal budaya setempat.

Selain itu, dibutuhkan rumah makan yang kita harapkan dapat menyajikan makanan lokal. Yang tak kalah penting, adanya atraksi yang menampilkan kearifan lokal yang sesuai budaya setempat.

“Bahkan secara bertahap kami akan melakukan peningkatan kualitas jalan ke objek wisata di bidang aksesbilitas,” tutup Bupati Toba didampingi Wakil Bupato Toba Tonny M Simanjuntak.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain