Projo Bantuan

PROJO DISTRIBUSIKAN PAKET SEMBAKO LAWAN COVID-19

Jakarta – Ormas Projo mulai mendistribusikan ribuan paket sembako bagi masyarakat terdampak wabah Covid-19 mulai Senin (11/05/2020) ke sejumlah kawasan di Jabodetabek.

“Paket sembako dibagikan secara bergelombang, hari ini gelombang pertama untuk tiga wilayah,” kata Wakil Sekjen DPP Projo, Sinnal Blegur (11/05/2020).

Sinnal menyebutkan sebanyak 1.200 paket sembako Projo didistribusikan pada gelombang pertama, yakni untuk Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Total terdapat 13 wilayah di Jabodetabek yang akan mendapat gelontoran bantuan dari Projo yang totalnya lebih dari 10.000 paket sembako.

Dia menjelaskan bahwa pendataan calon penerima paket sembako Projo ditangani pengurus DPC Projo di 13 kabupaten/kota di Jabdetabek.

Kriterianya, penerima adalah kepala keluarga pekerja harian lepas atau tidak bekerja akibat wabah Covid-19.

“Kami mengutamakan mereka yang belum mendapatkan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” kata Sinnal.

Sekjen DPP Projo Handoko memastikan bantuan paket sembako Projo akan didistribusikan secara bergelombang sejak Senin (11/05/2020) sampai mendekati Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah pada tahun ini. Kegiatan sosial Projo tersebut merupakan bentuk melawan penyakit Covid-19.

Menurut dia, paket sembako Projo tentu tidak bisa menyelesaikan seluruh permasalahan masyarakat miskin yang terimbas wabah Covid-19. Namun, Projo ingin meringankan beban masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi pandemi.

“Kami mendorong solidaritas masyarakat, sekaligus membantu pemerintah dalam menangani Covid-19,” kata Handoko.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain

Jokowi: Kita Harus Optimis!

Selama tujuh bulan terakhir pemerintaha Jokowi bekerja keras menghadapi tantangan besar berupa pandemi. Pandemi Covid-19 yang melanda setidaknya 215 negara itu membuat pemerintah harus bertindak

Lebih lanjut »