Wamendes: Jangan Mudik, Mari Selamatkan Desa

istimewa/Yas

Presiden Joko Widodo menyatakan masih fokus pada larangan mudik dan pengendalian arus balik selama dua minggu ke depan untuk menekan laju penyebaran virus corona (covid-19). 

“Dalam minggu ini maupun dua minggu ke depan, pemerintah masih fokus kepada larangan mudik dan mengendalikan arus balik,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai Percepatan Pengendalian Covid-19 melalui siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5). 

“Ramadan tahun ini kita lalui dalam keterbatasan. Bukan hanya ruang gerak, rindu pun ditahan. Tapi kita tidak sendirian. Tetaplah mematuhi anjuran tentang kesehatan. Dengan solidaritas dan kedisiplinan, pandemi ini akan kita lalui. Dan kita kembali bertemu orang-orang tersayang,” kata Jokowi melalui akun twitternya.

Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Jokowi, Kemendesa PDTT juga giat mengkampanyekan untuk menunda mudik. Karena menunda mudik ke desa akan menyelamatkan desa dari covid 19.

Wakil Menteri Desa-PDTT Budi Arie Setiadi menegaskan arus mudik saat ini wajib dicegah agar melindungi desa dari pandemi corona. Budi Arie mengatakan saat ini desa masih memiliki keterbatasan dalam mengisolasi para pemudik.

“Mudik harus dilarang, karena melindungi desa. Karena desa memiliki keterbatasan dalam mengisolasi,” ujar Budi dalam diskusi online, Selasa (19/5/2020).

Budi Arie mengatakan saat ini bahkan sejumlah relawan desa telah melakukan pemantauan untuk mencegah kedatangan pemudik.

“Kerjanya sudah di bawah, pemantauan kami kesadaran desa sudah tinggi, untuk mudik saja banyak desa yang menghalangi untuk mudik. Jadi akses desa ditutup sedemikian rupa, dijaga sedemikian rupa. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” tutur Budi Arie.

Kemendes PDTT mencatat dari desa yang telah mendirikan ruang isolasi berjumlah 8.954 desa, dengan fasilitas lebih dari 35.000 tempat tidur. Tetapi sebagian besar desa tidak memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk menangani pasien atau para pemudik yang harus dikarantina.

Fasilitas balai desa hingga puskesmas yang dimiliki desa, menurut Budi Arie tidak akan mampu menampung jumlah pemudik yang melaksanakan isolasi.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain