Wamendes: Jangan Mudik, Desa Tidak Boleh Hancur Karena Covid 19

Tidak terasa Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Tradisi mudik yang biasa dilakukan setiap Idul Fitri kini harus diurungkan. Alasannya jelas karena penyebaran virus covid 19 akan terjadi ketika pemudik dari daerah epicentrum covid 19 mudik.

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa desa harus dilindungi dari pemudik. Desa adalah benteng pertahanan terakhir pasokan pangan. Jika gelombang mudik tidak dilarang, bukan hanya COVID-19 yang akan semakin menyebar, tapi ketahanan pangan nasional juga bisa hancur.

“Desa tidak boleh hancur karena pandemi Covid-19,” kata Budi Arie dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh BINA DESA dengan tema ‘Desa sebagai Epicentrum Kedaulatan Pangan’, Rabu (20/5/2020).

‘3 – 4 hari ini kita fokus dan konsentrasi (kampanyekan tunda mudik) melindungi desa dari para pemudik,” lanjut Budi Arie.

Wamendes mengingatkan bahwa jika desa hancur, maka yang hancur adalah sistem sosial dan sistem produksi Indonesia sebagai bangsa. Desa harus tetap menjadi lumbung pangan jika pergerakan ekonomi dan produksi di kota melambat atau lumpuh seperti belakangan ini

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain