Projo: Hukum Maksimal Perobek Bendera Merah-Putih

684500 05274831122016 bendera merahputih

Jakarta – Ormas Projo mendesak penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal terhadap pelaku perobekan Bendera Merah-Putih dalam unjuk rasa menentang RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) pada Kamis yang lalu.

“Kami mengapresiasi jika aparat telah melakukan tindakan. Tapi ini tidak bisa dianggap enteng, harus ada efek jera. Kalau bukan Bangsa Indonesia sendiri yang menjaga bendera negara, lantas siapa lagi?” kata Sekretaris Jenderal Ormas Projo Handoko pada Sabtu (18/7/2020).

Handoko menjelaskan telah terjadi pelanggaran telak terhadap KUHP dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam pasal 66 UU itu disebutkan pelaku dihukum maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Handoko menyatakan perobekan Sang Saka Merah-Putih di depan Gedung DPR tersebut berpotensi memunculkan perpecahan dan konflk di masyarakat. Preseden buruk akan muncul jika tidak dijatuhkan hukuman maksimal terhadap para pelaku, baik pelaku langsung maupun perencananya.

Pada saat yang sama, Pemerintah dan segenap komponen bangsa ini sedang prihatin dan bekerja keras mengatasi pandemi Covid-19 berikut efeknya terhadap kesehatan dan perekomian nasional.

Menurut Handoko, Projo sangat menghargai perbedaan pendapat demi kebaikan bangsa dan negara. Bahkan, Projo juga mempunyai sejumlah catatan kritis terhadap substansi dan proses penyusunan RUU HIP.

“Presiden Jokowi sudah jelas dan tegas menyatakan meminta penundaan RUU HIP. Kan, kalau Pemerintah tidak bisa membahas, DPR tidak bisa membahas sendiri RUU itu,” katanya.

Handoko menegaskan bahwa Projo tidak mempersoalkan demonstrasi menentang RUU HIP termasuk dengan model theatrikal untuk menarik perhatian publik. Namun, ujung protes itu haruslah produktif.

“Jangan malah kontraproduktif, bahkan destruktif seperti itu,” ujar Handoko.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain