Ketua Projo Sulut: Usir Dari NKRI Pengrusak Bendera Merah-Putih

Aksi unjuk rasa di gedung DPR yang berujung pada kekacauan dan pengrusakan bendera merah-putih baru-baru ini di Jakarta, dengan lantang ikut dikritisi Ketua Projo Sulut, Lucky Schramm, Sabtu (18/07).

Lelaki yang aktif terlibat dalam dunia praktisi hukum itu menyebutkan pengrusakan terhadap bendera merah-putih harus ditindak tegas.

“Bendera merah-putih itu lambang dari perjuangan bangsa dan negara, seharusnya dijaga dengan baik oleh generasi muda bukannya dirusak hanya karena kepentingan tertentu, ini jelas melanggar hukum,” tanggap Schramm.

“Aparat penegak hukum sudah sepatutnya menindaki dengan tegas kasus pengrusakan bendera merah-putih tersebut, dasar hukum sudah jelas dalam KUHP dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam pasal 66 UU itu disebutkan pelaku dihukum maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” sambung Ketua Projo Sulut.

Selebihnya, dirinya menegaskan agar oknum-oknum pengacau kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia segera angkat kaki dari bumi pertiwi.

“Pengrusak bendera merah-putih serta pengacau kehidupan berbangsa dan bernegara sudah sepatutnya diusir. Orang yang sudah tidak menghargai bendera negaranya sudah tak layak lagi untuk tinggal di NKRI,” tegas Schramm.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain