Wamendes Budi Arie Canangkan Gerakan Desa Bersinar

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi Bersama Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo Saat Meninjau Taman Wisata Embung, Desa Hutadaa, Gorontalo, Sabtu (12/9).

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi, mencanangkan Desa Bersinar atau Bersih dari Narkoba.

Budi Arie meluncurkan Desa Bersinar tersebut ini di Taman Wisata Embung, Desa Hutadaa, Gorontalo, pada Sabtu (12/9). Peluncuran ini dihadiri ratusan penggerak antinarkoba desa, pejabat BNN, dan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo bersama jajarannya.

“Tidak mungkin desa maju tanpa kaum muda yang sehat dan bersemangat. Dan tidak mungkin kaum muda sehat jika terpapar narkoba,” ujarnya.

Menurut Wamendes, masyarakat desa harus terus bahu membahu membangun desa dan memerangi narkoba. Pemerintahan desa harus memberdayakan masyarakatnya, terutama kaum muda, untuk berinovasi dan terus berkarya.

Budi Arie melihat Kabupaten Gorontalo mengalami kemajuan pesat di bawah Bupati Nelson Pamolango dan para kepala desa di 191 desa. Dia juga menyinggung penggunaan Dana Desa harus digunakan sepenuhnya bagi kepentingan kemajuan masyarakat.

Baca Juga: Kampanyekan Bangga Buatan Indonesia, Wamendes Budi Arie Promosikan Produk Kabupaten Karangasem Bali

Wamendes memuji kreatifitas Desa Hutadaa yang telah membangun pasar dan embung wisata. “Ini bukti inovasi desa yang bagus. Lahan yang luas ini dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Budi Arie menyatakan siap membantu desa-desa di Kabupaten Gorontalo agar lebih maju lagi. Sebelumnya, Wamendes melihat Kawasan Wisata Hiu Laut Botu Barani, Kabupaten Bone Bolango.

Setelah itu, Wamendes ditemani Bupati Nelson melihat sarana olahraga di atas fasilitas pengolahan air di Desa Tenggela. Kemudian meninjau pasar dan terakhir taman wisata embung di Desa Hutadaa.

“Saya akan melihat dan terus mendorong gerakan ekonomi rakyat di perdesaan. Pandemi Covid-19 jangan membuat kegiatan ekonomi mandek,” ujarnya.

Wamendes Budi Arie juga terus mendorong peran kaum muda milenial dalam membangun desa. Dia mewanti-wanti kaum muda agar tidak alergi menjadi petani.

“Kalau milenial tidak mau bertani, maka 10-20 tahun lagi siapa yang menyediakan pangan? Masak harus impor,” katanya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan Lain